Otak Anak
Saturday, 01 November 2008 00:00
Written by Admin

Dari saat kelahiran, mata bayi menyerap informasi. Pertama kali bayi membedakan tentang gelap dan terang, bentuk umum dan gerak. Ketika indera penglihatannya telah baik, ia mulai melihat variasi bentuk, ukuran dan warna serta mengetahui orang dan obyek yang menciptakan dunianya. Ia mulai memperhatikan detail esensial.
Proses otak paling penting berada di bawah kesadaran ketika sang bayi mengetahui dan membuat kategorisasi sesuatu yang ia lihat, mendasari pemahaman baru pada kemampuan yang terus berkembang untuk melihat kemiripan dan perbedaan.Pemahaman menyeluruh ini sering disebut dengan persepsi gestalt.
Anak kecil juga mengetahui detail-detail penting dan membuat diskriminasi / pembedaan yang semakin rumit. Penetapan distingsi bagus diantara benda yang memiliki tampilan mirip ini disebut diskriminasi visual. Meskipun ia melihat banyak obyek, seperti mainan ketuk, hanya dari satu sisi atau sudut, bayi mulai memahami obyek tersebut dalam bentuk tiga dimensinya. Dengan kata lain, ia mengetahui mainan ketuk, bahkan ketika posisi, lokasi, atau orientasinya berubah. Konstansi obyek - memahami bahwa sebuah obyek tampak seperti bebas dari jarak, lokasi, dan posisi, merupakan konsep yang dimiliki balita. contoh Mainan ketuk bayi adalah mainan ketuk dengan cara apapun ia melihatnya. Pada usia dini, bayi juga menunjukan fakta sesuatau yang disebut, memori rekognisi, Ketika orang tuanya melangkah ke dalam ruangan di mana ia berada, ekspresi wajah dan gerakan tubuh bayi semua seperti mengatakan, aku tahu siapa engkau, aku pernah melihat engkau sebelumnya, aku mengenalmu.
Pertemuan berkali-kali dengan obyek atau orang di dunianya memperkuat kemampuan untuk menggambarkan segala sesuatu yang sebenarnya tidak ada dihadapannya. Pemahaman anak atas dunianya yang terus berkembang, yang didukung oleh kemampuan yang terus meningkat untuk memvisualisasikan apa yang ia lihat sebelumnya, menjadi dasar bagi memori visual. Anak menemukan pola visual lain berupa tata cara dan organisasi di lingkungannya. contoh mantel masing-masing pada gantungannya sendiri,foto keluarga diletakan ditengah dinding . Kemampuan untuk mengetahui dan memahami pola-pola tersebut merupakan komponen penting dalam ketrampilan organisasional.



