Menyusui
Saturday, 01 November 2008 00:00
Written by Admin

Sebenarnya si kecil sudah bisa menyusui untuk pertama kalinya. Kalau ini tidak mungkin dilakukan, susui si kecil minimal 30 menit setelah melahirkan. Kenapa sih? Inilah masa kuat-kuatnya refleks menghisap ASI si bayi. Sayang kan kalau ia tidak cepat-cepat menyusu. Apalagi, air susu pertama alias kolostrum mengandung segudang zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi yang baru lahir. Kolostrum tuh tinggi protein dan rendah karbohidrat dan lemak, sehingga gampang dicerna.
Cara Tepat Menyusui
Kapan bisa mulai menyusui?
Segera setelah lahir, sebenarnya si kecil sudah bisa menyusu untuk pertama kalinya. Kalau ini tidak mungkin dilakukan, susui si kecil minimal 30 menit setelah melahirkan. Kenapa sih? Inilah masa kuat-kuatnya refleks menghisap ASI si bayi. Sayang kan kalau ia tidak cepat-cepat menyusu. Apalagi, air susu pertama alias kolostrum mengandung segudang zat gizi yang dibutuhkan oleh bayi yang baru lahir. Kolostrum tuh tinggi protein dan rendah karbohidrat dan lemak, sehingga gampang dicerna.
Bagaimana kalau si kecil lahir via operasi?
Biasanya sih, ia belum bisa diapa-apain selama 24-48 jam. Meski begitu, jangan khawatir bila bayi Anda belum juga menyusu pada hari ke-3. Tubuhnya masih menyimpan kelebihan cairan kok. Dan, kolostrum kan akan tetap keluar.
Memang, pada mulanya Anda dan bayi Anda perlu banyak-banyak “berlatih”. Si kecil belajar menyusu dan merangsang produksi ASI, sedangkan Anda belajar menyusui dan menghasilkan ASI. Lama kelamaan Anda berdua pasti menemukan cara dan posisi menyusui yang paling sip. Semakin teratur dan lama hisapan bayi, semakin banyak pula susu yang akan Anda hasilkan.
Posisi menyusui yang benar
Acara menyusui akan sukses bila posisi menyusui Anda juga benar. Ini berarti, posisi tubuh dan cara memegang bayi membuat Anda berdua sama-sama nyaman. Dan, yang masuk ke mulut bayi saat menyusu bukan hanya puting susu saja, namun juga sebagian besar areola (daerah hitam di sekitar puting). Inilah beberapa posisi menyusui yang umum dilakukan:
Posisi menggendong
Baringkan si kecil dalam posisi menyamping. Dengan begitu, sebagian muka, perut dan lututnya menempel pada dada dan perut Anda. Selipkan tangan bayi lainnya di bawah lengan Anda biar bebas bergerak-gerak. Ini posisi menyusui paling favorit sepanjang zaman.
Posisi menggendong silang
Sangga kepala bayi dengan telapak tangan. Kepala, bahu dan perutnya menghadap Anda. Jika Anda menyusui dengan payudara kiri, pegang si kecil dengan tangan kanan. Tempelkan mulutnya ke puting susu dengan ibu jari, sedangkan lengan Anda di belakang kepalanya. Posisi ini bisa jadi pilihan jika payudara Anda terlalu besar bagi mulut mungilnya.
Posisi tidur bersisian
Ganjal kepala, bahu dan kedua lutut Anda dengan bantal. Dengan begitu, punggung dan panggul Anda dalam garis lurus. Sambil tidur berhadapan, bantu mulutnya mendekat pada puting susu. Biar nyaman, ganjal kepala bayi dengan bantal juga. Posisi ini bisa dilakukan jika Anda belum bisa duduk enak atau seusai operasi caesar.
Posisi menyangga kepala
Sangga kepala, leher, dan bahu si kecil dengan telapak tangan Anda, sedangkan tubuhnya diletakkan di bawah tangan Anda. Mukanya menghadap Anda ya. Biar nyaman, ganjal tangan Anda dengan bantal yang diletakkan di atas pangkuan. Kalau Anda akan menyusui pada payudara kanan, pegang bayi dengan tangan kanan. Arahkan mulut bayi ke puting susu Anda. Posisi ini oke banget bila si kecil mungil, kembar, puting susu Anda datar, dan Anda habis operasi caesar.
Jadwal, tak perlu ketat
Pada prinsipnya, biarkan bayi baru Anda menyusu sepuas-puasnya pada minggu-minggu pertama kehidupannya. Jangan sekali-kali bikin jadwal minum susunya ya. Sebab, menyusui setiap saat identik dengan memenuhi seluruh kebutuhan tubuh bayi Anda.
Hanya saja, bayi baru lahir perlu disusui sekitar 8-12 kali dalam 24 jam. Masalahnya, bayi Anda ini akan lebih banyak tidur di siang hari (lebih dari 2-3 jam). Makanya, Anda harus rajin-rajin membangunkannya agar ia tidak kehilangan kesempatan emas, berupa mendapat ASI. Bukankah setiap 2-3 jam ia harus menghisap ASI?
Bagaimana dengan malam hari? Justru, bayi baru Anda akan lebih sering menyusu. Entah mengapa, ia senang sekali mengajak Anda begadang. Padahal, ia harus tidur lebih lama, yakni 3-4 jam. Bisa jadi, produksi ASI Anda sudah klop dengan kebutuhannya. Nantinya sih, si kecil akan mengurangi “kehidupan” malamnya. Bertambahnya usia akan membuatnya makin pintar membedakan malam dan siang.
Apa sih untungnya menyusui tanpa jadwal yang ketat? Yang pasti nih, produksi ASI Anda akan meningkat. Selain itu, penyumbatan kelenjar susu dapat dicegah. Kalau sudah begini, Anda akan terhindar dari kemungkinan mengalami payudara bengkak atau meradang.
Tambahan nih, lama bayi menyusu untuk satu payudara sekitar 10-15 menit. Kalaupun masih haus, teruskan pemberian ASI. Jangan di-cut begitu saja. Ada juga bayi yang bisa menyusu hingga lebih dari 15 menit.
Memerah dan menyimpan ASI
Mengeluarkan alias memerah ASI dilakukan karena sewaktu-waktu Anda akan meninggalkan si kecil di rumah. Nah, memerah ASI bisa dilakukan dengan 2 cara, yakni dengan tangan (memijat payudara) dan dengan alat bantu (berupa pompa ASI, baik pompa manual/menggunakan tangan maupun pompa elektrik/menggunakan tenaga listrik). Pilih mana?
Terserah Anda sih. Hanya, demi kepraktisan, sebagian ibu masa kini memilih memerah ASI dengan alat bantu, yang tersedia dalam beragam variasi di pasaran. Sebaiknya sih, pilih pompa yang juga dilengkapi dengan botol. Biar Anda enggak repot! Juga, pompa tersebut harus bisa mengeluarkan ASI dari kedua payudara selama 15 menit.
Selesai memerah, ASI kan harus disimpan. Nah, agar kualitas ASI tetap prima, ada aturannya lho. Misalnya, pilih wadah penyimpan ASI yang terbuat dari plastik (tidak cepat pecah) dan tertutup rapat (tidak tumpah), jangan simpan ASI di suhu kamar hingga lebih dari 3 jam (jadi sasaran empuk mikroorganisme), ASI jadi awet bila disimpan dalam kulkas sampai 72 jam, jangan hangatkan ASI dengan microwave (panas berlebih akan merusak zat gizi di dalamnya), dan masih banyak lagi.



